26 Juli 2009

Game Online Melecehkan Nabi Muncul

0 komentar

Kelompok Islam yang berpengaruh di Mesir mengecam sebuah permainan game online yang menggambarkan figur dari keyakinan para pemeluk agama saling berkelahi satu sama lain antara Muslim dan Nasrani, dan kelompok tersebut berhasil menuntut supaya game online tersebut di offline kan.

Dalam permainan game 'Faith Fighter', karakter Yesus, Nabi Muhammad, Budha, Tuhan dan Dewa Hindu Ganesha saling berkelahi satu sama lain dengan latar belakang gedung yang terbakar.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berbasis di Arab Saudi dan merepresentasikan negara-negera Muslim sedunia mengatakan bahwa game online yang melecahkan umat beragama tersebut harus segera di hapuskan dari internet. "Game online tersebut melecehkan dan menghina umat Muslim maupun Nasrani juga umat beragama lain..game tersebut tidak lain hanyalah berupa hasutan terhadap umat beragama," kata OKI dalam suatu pernyataannya.

Perancang game tersebut Molleindustria mengatakan bahwa game tersebut telah dimainkan secara online lebih dari setahun dan sudah dimainkan jutaan kali, terjadi salah pengertian terhadap game ini, namun sudah di hapus. "Game ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah game untuk melawan ketidak toleran dan sindiran terhadap islamopobia dari kartun nabi Muhammad denmark," kata Molleindustria dalam sebuah pesan emailnya. "Jadi, jika sebuah lembaga terhormat tidak mengerti sebuah ironi dan pesan yang akan kami sampaikan, maka kami telah gagal."

Meskipun game online tersebut sudah dimainkan beberapa waktu, OKI telah merespon sebuah artikel yang di publikasikan di media online Inggris dan menyatakan permainan tersebut telah menyinggung perasaan umat beragama.

Sumber

25 Juli 2009

Wasiat Dari Penjaga Makam Rasulullah

0 komentar

Dunia Islam seringkali dihebohkan dengan 'wasiat' yang kononnya datang dari Sheikh Ahmad selaku Penjaga Makam Rasulullah SAW di Madinah. Kandungan 'wasiat' itu juga disandarkan pada Rasulullah SAW. Kandungan wasiat tersebut adalah seperti berikut...

------------ --------- --------- ---------

SHEIKH AHMAD : "AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW, WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM "

"Pada malam tatkala hamba membaca Al Quran di makam Rasulullah, dan hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, "Di dalam 60,000 orang yang meninggal dunia, di antara bilangan itu tidak ada seorang pun yang mati beriman, kerana:

1. Seorang isteri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya.
2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak solat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.

Oleh sebab itu wahai Sheikh Ahmad engkau sabdakan kepada semua umat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT."

Demikian pesanan Rasulullah kepada hamba, maka berdasarkan pesanan Rasulullah tersebut dan oleh kerananya hamba berpesan kepada segenap umat Islam di dunia:

a. Berselawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
b. Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan solat 5 (lima) waktu.
c. Bersadaqah dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
d. Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu, tunaikan segera ibadah haji.

Perhatian: Bagi siapa saja yang membaca surat ini hendaklah menyalinnya untuk disampaikan kepada orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat.

Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al-Quran akan hilang dan matahari akan dekat di atas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa

PENJAGA MAKAM RASULULLAH S.A.W. SHEIKH AHMAD DI MADINAH.

------------ --------- --------- ---------

Beginilah 'wasiat' yang sering ditakuti oleh umat Islam. Takut sekiranya gagal untuk menyebarkannya, maka bala akan menanti, karena inilah 'janji-janji' yang terletak di ujung wasiat ini. Disertakan juga kisah-kisah 'tauladan' bagi orang yang menyebarkan 'wasiat' ini dan juga kisah-kisah 'buruk' yang menimpa mereka yang gagal 'memenuhi arahan Sheikh Ahmad'. 'Wasiat' ini menimbulkan tanda tanya di kalangan umat Islam tentang kesahihannya.

Ada pula yang membabi buta menyebarkannya tanpa ada rasa prihatin tentang efeknya terhadap ajaran Islam. Mungkin karena tidak tahu, atau tidak mau tahu. Bagi yang tidak tahu, harap segera berhenti untuk mengaku sebagai tidak tahu...

Kandungan wasiat ini sebenarnya adalah BATHIL.

Surat wasiat ini ditulis oleh paderi-paderi biara Blessings of santo Antonio, Texas, USA pada tahun 1974/75 dengan tujuan untuk mengelirukan umat Islam. Penulis asal surat ini ialah mendiang Father Francis Jose ada Villa, seorang paderi Khatolik dari Argentina berketurunan Arab-Syria (bekas penganut Islam, nama asalnya Mohamed Elias Skanbeg).

Dia pernah bertugas di Instituto Sacristo Convocione Reliogioso di Brindisi, Itali sebagai pastor katolik antara tahun 1966-1968 di bawah Cardinal Agostino Casaroli. Father ada Villa meninggal dunia pada tahun 1980 di Texas dalam usia 54 tahun (silakan rujuk kepada Majlis Fatwa Kebangsaan tahun 1978 dan Jabatan Agama Negeri).

Menurut Allah-yarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rasulullah saw. di Madinah Al-Munawarah antara tahun 1967 sehingga 1979, TIDAK ADA penjaga atau pemegang kunci makam Rasulullah saw. bernama Sheikh Ahmad antara tahun 1881 hingga 1979. Penjaga makam di Madinah Al-Munawarah ialah Sayyed Turki Abu Mohamed Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisy (1881 - meninggal dunia 1932), anaknya Sayyed Hashim Abu Faisal Abdul Jalil Al-Hashimi Al-Quraisy (1932 - meninggal dunia 1934), adiknya Sayyed Abdul Karim Mutawwi Al-Hashimi Al-Quraisy (1934 - 1966) dan anak saudaranya Sayyed Mohamed Raisuddin bin Mohamed bin Abdul Razaque Al-Hashimi Al Quraisyi (1967 - meninggal dunia 1979).

Jika kita bertanya kepada penduduk Madinah Al-Munawarah atau Hijjaz tentang Sheikh Ahmad ini dan tugasnya, kita tidak akan dapat jawabannya atau mendengar khabar berita mengenainya. Ia tidak pernah dikenali dan tidak pernah dilihat oleh penduduk Madinah Al- Munawarah.

Penjelasan di atas akan dilengkapkan lagi dengan komentar dari ulama' kontemporer, Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawy:
------------ --------- --------- ---------
"Ramai orang tertanya-tanya tentang wasiat ini. Sebenarnya ia bukanlah perkara baru. Saya telah melihatnya semenjak puluhan tahun lalu. Wasiat ini dikaitkan dgn seorang lelaki bernama Sheikh Ahmad, pemegang kunci makam Rasulullah SAW. Jika kita bertanya kepada penduduk Madinah atau Hijaz tentang Sheikh Ahmad ini dan tugasnya, kita tidak akan dapat jawabannya atau mendengar khabar berita mengenainya. Ia tidak pernah dikenali dan tidak pernah dilihat oleh penduduk Madinah. Tetapi terdapat orang yang menyebarkan apa yang dikatakan sebagai wasiat ke negara-negara Islam.

Wasiat itu tidak mempunyai nilai apa-apa di sisi agama. Persoalan yang dikemukakan dalam surat itu tidaklah berhajat kepada wasiat Sheikh Ahmad atau Sheikh Omar. Sesungguhnya Al-Quran dengan jelas telah menyatakan sebahagian daripada itu. Kita sudah ada Al-Quran dan Sunnah, kedua-duanya sudah lebih daripada wasiat ini. Adakah ia benar atau dusta?. Allah berfirman dalam Surah Al-Maidah:

"Hari ini Aku sempurnakan bagimu agama kamu (Islam) dan Aku sempurnakan ke atasmu nikmat-Ku serta Aku reda Islam sebagai agama kamu"

Sesiapa yang menyangka bahwa agama Islam, setelah disempurnakan dan dilengkapkan oleh Allah, masih lagi berhajat kepada wasiat orang yang tidak diketahui asal-usulnya, sesungguhnya telah timbul keraguan dan syak di hatinya akan kesempurnaan dan kebenaran Islam itu.
Terdapat tanda-tanda pembohongan dan kejahatan pada wasiat tersebut. Orang yang melakukannya telah mengancam serta menakut-nakutkan orang ramai, yaitu sekiranya wasiat itu tidak disebarkan, mereka akan ditimpa musibah, kematian anak-anak atau kehilangan harta benda. Inilah yang tidak pernah diucapkan oleh manusia suci bahkan tidak ada dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya.

Manusia tidak pernah menerima perintah seperti 'sesiapa yang membaca Al-Quran hendaklah disalin 25 salinan dan menyebarkannya. Jika tidak melakukan demikian, dia akan ditimpa musibah.' Maka bagaimana pula dengan wasiat yang khurafat ini?. Perkara ini tentulah tidak dapat diterima oleh akal muslim yang memahami Islam dengan kefahaman yang sebenarnya.

Wasiat tersebut menyatakan bahwa si fulan dari negeri tertentu yang menyebarkan wasiat itu telah memperoleh puluhan ribu uang. Ini adalah usaha untuk menyeleweng dan menyesatkan orang-orang Islam dari jalan yang benar. Juga menyelewengkan umat dari sunnah alam (sunnatullah) dan konsep sebab dan musabab yang telah dijadikan Allah sebagai undang-undang alam ini.

Memperolehi rezeki ada cara-caranya. Berpegang kepada perkara-perkara khurafat seperti ini menyelewengkan pemikiran umat Islam. Kita bimbang kalau-kalau umat Islam mempercayai khurafat ini dan menyangka bahwa sesiapa yang menyebarkannya akan mendapat syafaat khusus daripada Rasulullah SAW. Sesungguhnya syafaat Rasulullah adalah untuk orang-orang yang tidak melakukan dosa-dosa besar di kalangan umat-umatnya sebagaimana sabda baginda di dalam sebuah hadith:

"Orang yang paling merasa bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengatakan 'Tiada tuhan yang lain daripada Allah' dengan penuh keikhlasan hatinya"
------------ --------- --------- ---------
Semoga kenyataan di atas dapat menyelesaikan kebuntuan tentang siapakah penulis asal wasiat tersebut serta asalnya.

Berdoalah kepada Allah SWT agar kita semua diberi petunjuk dan hidayah-Nya serta memberikan kefahaman yang benar tentang urusan agama, menunjukkan jalan yang lurus serta dijauhkan dari perbuatan mempercayai khurafat, rekaan-rekaan dan kebathilan. Jadi, setelah ini, kepada sesiapa yang berkaitan, hentikanlah menyebarkan perkara yang merupakan fitnah di dalam agama kita.

Allahu Ta'ala a'lam...


24 Juli 2009

Pelaku Bom Marriot Dilakukan Orang Asing

0 komentar

Hasil rekonstruksi dan sketsa wajah pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, Jumat (17/7), oleh tim Disaster Victim Identification Markas Besar Polri, semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku pengeboman adalah orang asing. Seperti diberitakan, salah satu ciri pelaku memiliki tinggi badan sekitar 180-190 cm dan berusia 16-17 tahun.

Pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan Prof Anak Agung Banyu Perwita mengatakan hal serupa. Namun, Perwita mengatakan, terlalu dini jika ciri fisik pelaku langsung dikaitkan dengan Al Qaeda.

"Ada banyak kemungkinan pelaku. Orang-orang Asia Tengah juga memiliki ciri fisik ukuran badan yang tinggi," ujarnya kepada Kompas, Rabu (22/7) di Jakarta.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan polisi terhadap DNA dua pelaku dengan keluarga Nur Hasbi di Temanggung dan Ibrahim di Cilacap, ternyata tidak sama. Kadiv Humas Irjen Pol Nanan Sukarna mengatakan, pihaknya kini terus menggali identitas pelaku Bom Kuningan tersebut.



Perwita mengatakan, pelaku bom mungkin berhubungan dengan kasus melonjaknya arus imigran dari Pakistan dan suatu negara di Timur Tengah. Hal ini sesuai dengan data yang dilansir Kabag Humas Direktorat Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Barimbing Maroloan.

Membandingkan Foto Kepala & Nur Said

Fotografer - Pool


Keluarga dan tetangga Nur Said membandingkan foto kepala yang diduga pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dengan foto Nur Said. Mereka menilai foto kepala tersebut tak mirip dengan foto Nur Said.



1) Pernyataan itu disampaikan oleh puluhan warga tetangga dan beberapa kerabat Nur Said di sekitar rumah orang tua Nur Said di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (20/7). Parwito/detikcom


2) Ini dia foto kepala yang diduga pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan foto Nur Said. Parwito/detikcom.


3) Puluhan warga yang berada di depan gang rumah Nur Said pun saat dimintai keterangan soal kemiripan menyangkal bila foto potongan kepala itu adalah Nur Said. Parwito/detikcom.


Sumber : Detik Foto


Bukan Nur Said



Hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan pihak kepolisian atas dua potongan kepala yang diduga kuat sebagai pelaku bom bunuh diri, tidak cocok dengan DNA dari keluarga Muhammad Nasir dan florist di Hotel Ritz-Carlton, Ibrahim.



Dua jenazah korban tewas yang saat ini masih tersimpan di RS Polri RS Soekanto itu bukan Nur Said atau Nur Hasbi maupun Ibrahim yang selama ini sering diduga sebagai pelaku.



"Kami sudah memeriksa keluarga-keluarga, tapi tidak ada yang cocok. Demikian pula dengan keluarga Nur Hasbi, tidak identik dengan potongan kepala di TKP," ujar Nanan Sukarna, dalam konferensi pers di Jakarta Media Crisis Center, Jakarta, Rabu (22/7).



Demikian pula dengan keluarga Ibrahim. Polisi telah memeriksa sampel DNA keluarga Ibrahim, tetapi tidak cocok dengan kepala tersebut. Oleh karena itu, polisi masih mencari identitas pelaku tersebut.



Namun, polisi tidak mau menjelaskan, apakah Ibrahim merupakan pelaku ketiga pengeboman Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott.



"Tentu ini melegakan," kata Ahmad Rofiin (57), sepupu Nasir yang tinggal di belakang rumah Nasir di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, di lereng timur Gunung Sindoro, di Temanggung, Rabu (22/7) sore.



Menurutnya, pihak keluarga setelah mendapat kabar bahwa Nur diduga pengebom Hotel JW Marriot di Jakarta, Jumat (17/7), menjadi resah atas kepastian informasi itu. Hingga saat ini, tambah Rofiin, pintu rumah Nasir tertutup.



Senin (20/7), Nasir dan isterinya, Tuminem (57), dijemput petugas untuk menjalani tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Pihak kepolisian di Jakarta pada Rabu (22/7) mengumumkan bahwa Nur bukan pelaku bom bunuh diri itu.



Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Katekan, Muhammad Tohir mengatakan, mendapat kabar dari berita di televisi bahwa hasil tes DNA ternyata negatif atau bukan Nur.



"Saya lihat berita dari televisi, memang seperti itu, saya sudah minta kepada Kepala Dusun (Kadus) untuk menyampaikan kepada Pak Nasir," katanya.



Masalahnya, meski bukan Nur Said, liputan media massa sudah memberikan stigma dan citra buruk yang dampak psikologisnya tak mudah dikembalikan bagi keluarganya, teman atau lembaga pendidikan tempat ia pernah sekolah. Siapa bertanggungjawab? (hdt/smedia)


Sketsa Tersangka Peledakan Bom

Fotografer - Pool


Polisi merilis sketsa tersangka pelaku pengebomam di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Polisi juga memastika hasil tes DNA keluaga Nur Said dan Ibrahim tidak cocok dengan DNA potongan kepala yang ditemukan.

Dari kedua sketsa tersebut tampak kedua tersangka berjenis kelamin laki-laki. Satu sketsa diperkirakan berumur 20-40 tahun, sedangkan satu sketsa tersangka lainnya berusia remaja 16-17 tahun. Muhammad Taufiqqurahman/detikcom.


Foto refro Nur Said. Polisi memastikan tes DNA keluarga Nur Said dan Ibrahim tidak cocok dengan DNA potongan kepala yang diduga pelaku pengebomam. Parwito/detikcom.


Sketsa yang dikeluarkan polisi sangat berbeda dengan wajah Ibrahim. Sementara pelaku bom di Hotel Marriott diperkirakan berumur sekitar 16-17 tahun, sedangkan Nur Said saat ini berusia 35 tahun. Reno Nugraha/detikcom.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna menunjukan sketsa wajah pelaku pengebomam dalam jumpa pers di Jakarta Media Center, Cafe Ginger Bellagio, Jakarta, Rabu (22/7/2009). Reuters/Beawiharta.

Sumber